Buat yang Mau Menikah


Pernikahan adalah Pengorbanan yang Terindah. (ideonair)




suatu hari pak dukun Ki Joko Bowok didatangi muridnya. Sang murid bertanya tentang cewek yang mau dinikahinya apa sudah benar menurut pakem. Pokoknya sang murid pingin pendamping hidupnya adalah pilihan yang tepat dan sempurna.Setelah berdeham dehem, melet-melet, sambil garuk-garuk rambut yang tinggal sebiji, Ki Joko Bowok memerintahkan sang murid untuk melakukan perjalanan semalam penuh melewati hutan, dan diperintahkan untuk mengambil 1 batu yang unik dan terbaik. Syaratnya adalah setelah batu itu diambil, sang murid tidak diperbolehkan untuk mengganti dengan batu yang lain yang ditemukan setelahnya. Sang murid juga tidak boleh mundur atau berbalik arah, dia harus maju terus hingga titik keluar hutan berikutnya. Meski tak paham dengan perintah Ki Joko Bowok dan hubungannya dengan pertanyaannya, sang murid tetap melakukan perintahnya. Setelah beberapa waktu memasuki hutan, sang murid melihat begitu banyak batu yang unik dan indah bentuknya. Tiap kali ia ingin mengambil batu yang dilihatnya unik dan indah bentuknya, selalu saja ia tarik lagi keinginannya, ia berpikir mungkin saja nanti di perjalanan berikutnya ada batu yang lebih baik lagi. Begitu terus dalam perjalanannya, setiap kali ia inginmengambil batu yang menarik perhatiannya, disaat itu juga ia mengurungkan niatnya, dengan harapan menemukan batu yang lebih baik lagi. Hingga akhirnya sudah terlihat titik keluar hutan, dan sang murid belum mendapat apa-apa. Daripada pulang dengan tangan kosong dan kemudian di sumpah serapahi Ki Joko Bowok, lebih baik ia mengambil batu seadanya yang ada di akhir perjalanannya. Di tempat pertapaan Ki Joko Bowok, sang murid menyerahkan batu tersebut. Ki Joko Bowok bertanya apakah itu adalah batu terbaik yang diambilnya dari hasil perjalanannya,sang murid menggeleng sambil menjawab bahwa sebenarnya banyak batu yang lebih baik daripada yang diambilnya, namun ia ragu untuk mengambilnya karena berharap menemukan yang lebih baik lagi. Sambil mengelus-elus jenggotnya yang di kepang 5, Ki Joko Bowok berkata singkat," Nak, seperti itulah perkawinan..."

0 komentar:

Posting Komentar