Tampilkan postingan dengan label Ide on My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide on My Life. Tampilkan semua postingan

Video Latihan Michael Jackson 2 hari menjelang kematiannya



Kematian ...
Kadang dia datang diwaktu yang tak tepat (ideonair)















Bukanlah mudah menjadi seorang yang begitu tenar seperti Michael Jackson, bahkan menurut saya orang yang menempati puncak-puncak tertinggi dari sebuah karier adalah memang sudah "diciptakan", karena sepertinya dalam proses hidupnya, mereka melewati sebuah "pakem" yang hanya diperuntukkan untuk sang bintang. Banyak tokoh-tokoh fenomenal dunia yang mempunyai jalan hidup yang unik bahkan hingga akhir hidup dan kematiannya. Lihatlah Marilyn Monroe, John Lenon, Elvis Presley, Curt Cobain, Hitler, Lincoln, hingga yang saat ini menjadi berita paling hangat di dunia kematian Michael Jackson. Saya salah satu yang yakin bahwa mereka memang "dibuat".

Buat yang Mau Menikah


Pernikahan adalah Pengorbanan yang Terindah. (ideonair)




suatu hari pak dukun Ki Joko Bowok didatangi muridnya. Sang murid bertanya tentang cewek yang mau dinikahinya apa sudah benar menurut pakem. Pokoknya sang murid pingin pendamping hidupnya adalah pilihan yang tepat dan sempurna.Setelah berdeham dehem, melet-melet, sambil garuk-garuk rambut yang tinggal sebiji, Ki Joko Bowok memerintahkan sang murid untuk melakukan perjalanan semalam penuh melewati hutan, dan diperintahkan untuk mengambil 1 batu yang unik dan terbaik. Syaratnya adalah setelah batu itu diambil, sang murid tidak diperbolehkan untuk mengganti dengan batu yang lain yang ditemukan setelahnya. Sang murid juga tidak boleh mundur atau berbalik arah, dia harus maju terus hingga titik keluar hutan berikutnya. Meski tak paham dengan perintah Ki Joko Bowok dan hubungannya dengan pertanyaannya, sang murid tetap melakukan perintahnya. Setelah beberapa waktu memasuki hutan, sang murid melihat begitu banyak batu yang unik dan indah bentuknya. Tiap kali ia ingin mengambil batu yang dilihatnya unik dan indah bentuknya, selalu saja ia tarik lagi keinginannya, ia berpikir mungkin saja nanti di perjalanan berikutnya ada batu yang lebih baik lagi. Begitu terus dalam perjalanannya, setiap kali ia inginmengambil batu yang menarik perhatiannya, disaat itu juga ia mengurungkan niatnya, dengan harapan menemukan batu yang lebih baik lagi. Hingga akhirnya sudah terlihat titik keluar hutan, dan sang murid belum mendapat apa-apa. Daripada pulang dengan tangan kosong dan kemudian di sumpah serapahi Ki Joko Bowok, lebih baik ia mengambil batu seadanya yang ada di akhir perjalanannya. Di tempat pertapaan Ki Joko Bowok, sang murid menyerahkan batu tersebut. Ki Joko Bowok bertanya apakah itu adalah batu terbaik yang diambilnya dari hasil perjalanannya,sang murid menggeleng sambil menjawab bahwa sebenarnya banyak batu yang lebih baik daripada yang diambilnya, namun ia ragu untuk mengambilnya karena berharap menemukan yang lebih baik lagi. Sambil mengelus-elus jenggotnya yang di kepang 5, Ki Joko Bowok berkata singkat," Nak, seperti itulah perkawinan..."

Tips Efektif Berhenti Merokok (2)



Anda punya niat untuk berhenti merokok? Bagus...



Seperti yang telah saya tulis dalam artikel sebelumnya bahwa memiliki niat untuk berhenti merokok merupakan tindakan positif yang akan memberikan perbedaan dalam hidup Anda. Namun Anda perlu mengerti, niat saja belum cukup. Menurut penelitian 70-80% perokok mempunyai keinginan untuk berhenti, namun banyak dari mereka yang menyerah meski telah mencoba 3-4 kali.
Saya tidak perlu lagi membahas mengenai bahaya merokok. Banyak sudah artikel yang membahas bahaya merokok dengan baik. Namun saya yakin- karena saya sendiri juga eks perokok dengan jam terbang lebih dari 15 tahun- bahwa bahaya merokok bukanlah suatu hal yang membuat gentar para perokok. Semua perokok sadar bahaya merokok, hingga kadang timbul dalam pikiran saya bahwa mungkin saja perokok adalah orang yang tidak mencintai dirinya sendiri. Coba tanyakan hal itu pada diri Anda sendiri...Bila jawabannya adalah "ya" cobalah untuk beristirahat, stop segala kegiatan, lalu tenangkan diri Anda, sekali lagi tanyakan dalam diri Anda, apakah Anda mencintai diri Anda sendiri?...... Saya yakin Anda menipu diri sendiri bila Anda tetap menjawab "ya". Anda mencintai diri sendiri, mengetahui bahaya merokok bagi diri sendiri dan tetap merokok adalah sebuah paradoks, illogikal, dan sudah saatnya Anda untuk merubah jawabannya. Seorang perokok adalah manusia yang tidak mencintai dirinya sendiri. Ini harus disadari dulu oleh Anda. Terimalah fakta ini.
Apakah dengan menerima pernyataan di atas, kemudian kita bisa langsung berhenti merokok? Apabila bisa, bersyukurlah anda telah terbebas, Anda adalah salah satu orang dari sedikit orang yang mempunyai tingkat keseimbangan otak kiri dan kanan yang baik.
Saya akan melanjutkan pembicaraan mengenai tips efektif berhenti merokok kepada Anda yang belum dapat menghilangkannya :

1. Rencanakan hari untuk memulai berhenti merokok.

Jangan terlalu lama, nanti Anda lupa :) Rencanakan 2-3 hari sebelumnya. Bila Anda punya niat berhenti merokok sekarang, maka buat rencana untuk berhenti esok lusa. Penjelasannya adalah : kita memberi persiapan secara mental dengan memberi syarat kepada alam bawah sadar bahwa kita punya rencana untuk menghentikan kebiasaan merokok. Keputusan mendadak membuat diri kita shock dan tidak siap menerima keadaan keadaan. Tubuh kita akan protes keras bila subsidi nikotin langsung dihentikan (emang minyak tanah, pak?) .

2. Jangan sungkan-sungkan untuk membeli dan menghabiskan rokok Anda sebelum hari H.Beli saja rokok, bila Anda ingin membelinya. Katakan dalam hati bahwa 1 atau 2 hari lagi Anda akan berhenti merokok, sebelum waktunya datang Anda akan menikmati hari-hari terakhir Anda dengan rokok. Habiskan semua rokok yang tersisa, jangan ada yang dibuang percuma.

3. Tidak perlu membuang apa yang berhubungan dengan aktivitas merokok, simpan saja.

Terserah Anda, mau dibuang atau di simpan sebagai kenangan. Tidak usah paranoid. Asal jangan menyimpan rokok setelah hari H.
4. Hari H, It's time to act!

Niatkan kepada diri sendiri untuk berhenti merokok, sangat perlu dikatakan kepada orang-orang di sekitar Anda, bahwa Anda mulai berhenti merokok. Hal tersebut menjadi perkuatan bagi Anda, karena tentunya Anda tidak akan mau dicap "NATO" (No Action Talking Only) nantinya. Satu hal yang bisa menjadi penguat terbaik untuk meneguhkan niat adalah (hal ini ekstrim, namun sangat efektif) meniatkan diri dan bersumpah kepada Tuhan, bahwa Anda berhenti merokok, apabila Anda melanggar, maka Anda akan menghadapi sesuatu yang Anda takutkan terjadi pada diri Anda. Saya tekankan bahwa hal ini sangat efektif namun saya sarankan - langkah bersumpah kepada Tuhan- hanya untuk Anda yang telah mencoba berkali-kali dan tidak berhasil.

Hari ini, hari yang berat. Saya memahami benar kesulitan Anda, saya pernah dalam posisi seperti ini. Setiap kerongkongan terasa menebal, mulut terasa masam, maka cobalah untuk menghentikan semua aktivitas sebentar. Pejamkan sebentar dan pusatkan pada kerongkongan dan mulut. Tanya pada diri sendiri, apakah sebenarnya yang dirasakan, benar-benar kerongkongan menebal dan mulut terasa masam atau hanya perasaan aneh yang sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang buruk, hanya sekedar aneh. (bersambung) dah jam 2 malem nih...


Tips Efektif Berhenti Merokok (1)


Apakah Anda merokok? Bila tidak, bersyukurlah

Kebiasaan buruk ini telah saya mulai sejak lama sekali, mungkin puluhan tahun. Melihat dampak buruk yang saya ketahui melalui merokok, mulai dari pandangan kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi, semua tidak ada yang menunjukkan bahwa rokok ini menguntungkan kecuali bagi produsen, segelintir pekerja rokok dan negara tentunya. Oleh karena itu saya memutuskan untuk berhenti merokok. Pertama kali saya berhenti merokok terjadi pada waktu saya masih kuliah. Uang bulanan yang masuk kalah telak dari pengeluaran pokok saya.Meski banyak cara telah saya lakukan untuk menghemat dari sisi pengeluaran rokok ini - dari mengurangi jatah merokok, maksudnya jatah merokok teman, hingga ngutang uang - namun pada akhirnya hanya menyebabkan saya menanggung malu. Bahkan sering saya dihadapkan pada suatu kondisi dimana saya harus memilih makan atau merokok – dan biasanya saya sering lebih memilih untuk merokok daripada makan.Hingga akhirnya saya merasa bingung dan lelah ketika harus mempercayai apa yang harus saya putuskan,berhenti merokok, namun saya memang sudah tidak berdaya melawan kondisi ekonomi.


Minggu pertama adalah masa yang paling berat, pangkal lidah terasa menebal, mulut kering dan gelisah. Perasaan ini menjadi berlipat lebih kuat apabila bertemu dengan hal-hal yang mengingatkan saya tentang kegiatan merokok, seperti ketika berjalan-jalan bertemu dengan orang yang sedang merokok, melihat asbak dan bungkus rokok. Sebenarnya keadaan “addicted” secara fisik ini hanya sekitar 5 menit, dimulai dengan perasaan aneh seperti menebal pada bagian kerongkongan dan mulut seperti kering atau ada yang bilang masam, bila kemudian saya mencoba mendefinisikan gambaran yang terjadi pada fisik saya, tiba-tiba gejala tersebut menjadi hilang dengan sendirinya. Gejala fisik ini memang bukan tantangan yang berat, tantangannya justru datang dari faktor kebiasaan. Lebih dari 15 tahun, hidup saya tergantung dengan rokok. Kegiatan apapun selalu ditemani dengan rokok di bibir, apalagi waktu itu hingga sekarang saya banyak menggunakan komputer. Sebuah pekerjaan yang sempurna bila didampingi secangkir kopi panas dan rokok. Hilangnya rokok disela bibir saya membuat perasaan yang sangat tidak enak dan menekan diri saya. Hal tersebut terjadi hingga berminggu-minggu. Setelah beberapa bulan, saya belum juga bisa tenang, gejala addicted secara fisik memang sudah hilang, namun secara psikologis belum. Kebiasaan merokok belum dapat tergantikan. Saya sudah berusaha untuk mencoba menggantikannya dengan mengulum permen mints, permen karet, atau ngemil, namun memang tidak ada satupun yang berasap… Saya kira salah satu keasyikan merokok adalah menikmati asapnya yang putih bergulung-gulung dan hal itulah yang selalu teringat. Hingga pada bulan ke dua saya mendapat uang lebih. Saya merasa tidak lagi begitu terbebani oleh desakan ekonomi dan akhirnya bagaikan sebuah pegas yang ditekan begitu kuat, lentingannyapun menjadi lebih tinggi…


Lebih dari 3 kali saya mencoba untuk berhenti merokok dan 3 kali itu juga berakhir dengan konsumsi rokok yang lebih menggila. Hingga pada suatu saat, ketika secara tidak sengaja saya menemukan artikel mengenai perang batin untuk menghentikan kebiasaan buruk di blognya Mas Dimas. Sebuah artikel yang sangat menarik dan saya mendapatkan motivasi saya untuk kembali berusaha menghentikan kebiasaan merokok. Thanks Mas Dimas

Hari ini saya juga melihat banyak blogger yang berusaha menghentikan kebiasaan merokok dan sudah sepatutnya saya menyapa mereka untuk sekedar saling mengingatkan bahwa kita bersama sedang mencoba memutuskan “pacar” kita. Kepada Mas Socrates , Mas Bayu , Mas Abibakar , dll. Salam dari saya, semoga kita bisa!